Pasatama News,
Dalam hal ini yang akan kita bahas adalah kapasitas yang terkait dengan manusia dan juga sistem yang ada di sekitarnya, kapasitas yang dapat pula diartikan sebagai kemampuan manusia, kemampuan institusi dan juga kemampuan sistemnya.
Lalu bagaimana dengan Pengertian umum Pengembangan Kapasitas di tengah Pandemi dan menuju New Normal ?Apakah kapasitas hanya berorientasi kepada kemampuan manusia semata-mata?tentu saja tidak, mengingat dalam sebuah sistem organisasi misalnya selain mencakup aspek manusia juga mencakup sistem manajemen, kebijakan, strategi, peraturan dll.

Pengertian pengembangan kapasitas memang secara terminologi masih ada perbedaaan pendapat, sebagian orang merujuk kepada pengertian dalam konteks kemampuan (pengetahuan, keterampilan) sebagian lagi mengartikan kapasitas dalam konteks yang lebih luas termasuk di dalamnya soal sikap dan perilaku. Sebagian ilmuwan juga melihat pengembangan kapasitas sebagai capacity development atau capacity strengthening, mengisyaratkan suatu prakarsa pada pengembangan kemampuan yang sudah ada (existing capacity). Sementara yang lain lebih merujuk pada constructing capacity sebagai proses kreatif membangun kapasitas yang belum nampak (not yet exist) (Prof. Dr. H.R. Riyadi Soeprapto, MS: 2010)
Pengembangan Kapasitas Menuju New Normal harus dilaksanakan secara efektif dan berkesinambungan dengan beberapa tingkatan :

Tingkatan sistem, seperti kerangka kerja yang berhubungan dengan pengaturan, kebijakan-kebijakan dan kondisi dasar yang mendukung pencapaian obyektivitas kebijakan tertentu yang berkaitan langsung dengan kondisi saat ini. Pemerintah disini memiliki peranan yang sangat besar terkait system kebijakan; Kebijakan yang tepat itulah yang dibutuhkan Masyarakat saat ini.
Tingkatan institusional atau keseluruhan satuan, contoh struktur organisasi-organisasi, proses pengambilan keputusan di dalam organisasi-organisasi, prosedur dan mekanisme-mekanisme pekerjaan, pengaturan sarana dan prasarana, hubungan-hubungan dan jaringan-jaringan organisasi; Dalam kondisi saat ini menuju new normal dibutuhkan synergitas antar lembaga, berkolaborasi dengan panduan yang terukur, terstruktur dan sytematis mengikuti kebijakan yang sudah diterbitkan oleh Pemerintah. Bukan hanya wacana saja namun bagaimana stageholder saling gotong royong, bekerja sama mewujudkan kondisi Normal.

Tingkatan individual, contohnya ketrampilan-ketrampilan individu dan persyaratan-persyaratan, pengetahuan, tingkah laku, pengelompokan pekerjaan dan motivasi-motivasi dari pekerjaan orang-orang di dalam organisasi-organisasi; Dalam hal ini sebagai individupun sangat memiliki peranan yang terbesar untuk berkontribusi mendukung pola-pola yang telah di atur oleh pemerintah, organisasi, diantaranya dengan sadar memenuhi standar keselamatan diri maupun sadar pentingnya keselamatan orang lain. kesadaran untuk saling menjaga ini lah yang penting ditanamkan dalam sanubari individu. Sehingga percepatan penanganan pandemi ini segera tuntas. dan Indonesia benar-benar menuju Indonesia Baru, Indonesia New Normal. Sebagai Individu bukan hanya menjawab terserah saja…ikut saja….bukan urusan saya….. Namun mulailah untuk Saya bisa berubah, saya bisa disiplin, saya bisa menolong orang lain, saya bisa bangkit dan saya bisa mendukung langkah menuju new normal.

Bagaimana, setuju kan jika dimulai dari diri sendiri untuk siap menuju new normal dan semua pihak turut berkomitmen menuju Indonesia Normal.
PAS/ARS-DWI