Pasatama News, Slawi-Tegal, Jawa Tengah

Gelaran Desain Fashion Batik; Kerjasama Disdagkop UKM Kab. Tegal dan Pasatama Institute Indonesia

PASATAMAINSTITUTE- TEGAL (27/10). Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Tegal menyelenggarakan Pelatihan Desain Fashion Batik di Aula Gedung Palang Merah Indonesia Kabupaten Tegal, Jalan Gajah Mada, Slawi. Bekerjasama dengan Pasatama Institute Indonesia, kegiatan ini berlangsung selama lima hari mulai Senin hingga Jum’at (19-23/10).

Peserta Pelatihan Desain Fashion Batik berjumlah 70 yang terdiri dari perajin batik, penjahit, desainer, dan pembatik pemula termasuk penyandang disabilitas. Pelatihan yang dilaksanakan pada masa pandemi ini tetap melaksanakan protokol kesehatan secara penuh. Seluruh peserta mengenakan masker, menjaga jarak, dan disediakan pencuci tangan di setiap sisi ruangan.

Selama lima hari peserta diberikan materi berupa mental wirausaha, perkembangan desain fashion batik, teknik dasar desain dan pola, serta menjahit. Peserta juga dibekali berbagai alat bantu penunjang pelatihan untuk merancang pola ukuran kemeja, memotong dan merapikan pola, serta menunjukkan kreasi dan inovasi desain fashion.

Dibagi menjadi enam kelompok, peserta mendapat kesempatan fashion show pada akhir kegiatan. Peserta dapat menunjukkan dan memperagakan hasil karya mereka selama pelatihan. Ditambah berbagai jenis asesoris seperti masker, hijab, selendang, tas, sepatu, dan dompet bermotif batik.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Tegal, Suspriyanti mengatakan tujuan dari pelatihan adalah mewujudkan rasa cinta terhadap batik dan menggali potensi pemuda untuk meneruskan warisan budaya batik. “Agar batik kita (Tegal) menjadi potensi daerah dan banyak generasi penerusnya”, tuturnya.

Usai lima hari pelatihan, peserta mengikuti pembelajaran luar ruang ke Kampung Batik Giriloyo, Bantul dan Galeri Batik Hamzah, Yogyakarta. Dengan begitu akan menambah wawasan dan membuka cakrawala peserta mengenai desain fashion batik. “Pesan saya selama perjalanan, tetap terapkan protokol kesehatan”, tegas Suspriyanti.

Arsyam Dwi selaku Presiden Direktur Pasatama Institute menyebutkan, pasca pelatihan ini pihaknya akan memberikan pendampingan bagi peserta khusus di bidang pemasaran produk secara digital. “Kami akan membuatkan website sesuai dengan brand kelompok masing-masing. Semoga bisa berkembang dan lebih profesional lagi”, jelasnya.

“Harapan kami pada saat kegiatan berlangsung, peserta mempunyai konsep-konsep baru, ide-ide baru, motif, pola, serta desain batik baru yang targetnya bisa go internasional”, ungkap Arsyam Dwi.

Untuk itulah peserta disatukan dalam satu kelompok yang terdiri dari berbagai profesi. Untuk menumbuhkan cara pandang bahwa membangun kesuksesan usaha dapat dilakukan secara bersama-sama, berkolaborasi dengan tim yang memiliki berbagai keterampilan. Dan melalui kegiatan ini perajin batik, penjahit, dan desainer tetap produktif di masa pandemi Covid-19.